Selamat Milad, Nak…

WhatsApp Image 2016-11-22 at 09.43.43

Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmushshalihaat…

Segala puji bagimu ya Allah atas segala nikmat yang engkau berikan. Nikmat Iman, Sehat, dan Rezeki yang engkau berikan. Hari ini, Engkau beri nikmat lagi dengan bertambahnya usia anak kami. Engkau berikan penyejuk mata, penambah motivasi, keimanan, dan kehangatan keluarga.

Muhammad Asyraf Alfaruq, nama anak pertama kami. Seorang putra yang lucu menggemaskan. Yang selalu Abi (panggilan untuk ayahnya) rindukan. Setiap perkembangan dari merangkak, tumbuh gigi, berdiri selalu abi tunggu-tunggu. ::Baca Lebih Lanjut>>

Disengat Motivasi

Lebah-Atau-Tawon

Sudah 1 tahun lebih tidak pernah memposting tulisan di blog. Bahkan untuk update status di Facebook pun sangat jarang. Entah apa penyebabnya. Berkeluarga? mungkin iya. Menjadi seorang bapak? mungkin juga iya. Tapi lebih tepatnya menunggu mood yang bagus baru bisa nulis. Apa daya, mood jarang sekali di dapat.

Kini 6 bulan sudah saya bekerja di tempat baru. Dulu di Kupang NTT, sekarang di Jakarta. Suasana tentu berbeda. Apalagi suasana bekerja dengan kondisi Jauh dari Keluarga Kecil yang sekarang masih saya tinggal di Kupang sana. Rasanya sedih sekali, jangankan dapat mood nulis, mood kerja saja kadang tidak ada. Kepikiran terus sama Istri dan Anak. Mereka makan apa ya, kondisinya bagaimana ya. Semoga Allah menjaga mereka, dan segera menyusul ke Jakarta. Berkumpul kembali, biar semangat lagi! ::Baca Lebih Lanjut>>

Seleksi Alam

seleksi-karyawan

Abah:    Adek Wahyu, bagaimana tanggapannya mengenai kasus KPK dengan POLRI?
Beta: Beta sih anggap ini proses seleksi alam, Bah. Tanpa katong sadari, mungkin ini proses Tuhan menyeleksi para pemimpin kedepan biar lebih bersih.
Abah: Betul ju… ya Dek, dua lembaga ini bisa sama-sama bersih.
Beta: Iya, Bah. Kalau lembaganya bersih kan katong ju.. yang merasakan.

Dialog ringan menanti sore di Kantor. Ringan perihal kasus yang berat, antara dua lembaga penegak hukum yang saling ‘menghukumi’ satu sama lain. Ada sisi khusus dalam kasus ini yang mungkin tidak semua orang bisa melihatnya. Banyak yang beranggapan, penangkapan pimpinan KPK sebagai aksi balas dendam yang dilakukan POLRI. Ada juga yang beranggapan, pimpinan KPK sedang bermain api karena berani memvonis ‘tersangka’ kepada Jenderal di jajaran POLRI. Bagi saya, kedua lembaga hukum ini justru sedang melakukan proses pembersihan. Tugas kita adalah memantau dan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung pada pejabat-pejabat kedua lembaga hukum ini. ::Baca Lebih Lanjut>>

Dua Ribu Tiga untuk Keluarga

IMG_20141120_073248edit1

Pada penghujung sore di dekat Mall Sarinah kawasan Jakarta Pusat, seorang laki-laki muda dengan berseragam biru, topi merah yang usang, celana jeans kumal sedang sibuk melayani pembeli dagangannya. Nampak wajah yang begitu bersemangat melayani para pembeli baik yang hanya beli Rp 2.000 atau Rp 10.000.

Pria kelahiran 28 tahun silam itu bernama Herman, merupakan anak dari seorang keluarga yang sederhana di Cirebon. Baru satu bulan dia bekerja di Jakarta, setelah beberapa tahun mencari pekerjaan di kampung tidak kunjung didapatkan. “Saya baru satu bulan mas di sini, di kampung saya tidak dapat pekerjaan, makanya pergi ke Jakarta siapa tahu bisa mendapatkan rezeki buat bantu keluarga,” ucapnya sambil tersenyum.

“Saya kesini modal nekat, istilahnya bonek. Gerobak ini saja hasil ngutang sama tetangga”. Satu-satunya gerobak yang Herman pakai untuk menjual gorengan merupakan hasil hutang dari tetangga yang belum lunas. Sebagian keuntungan yang dia dapat digunakan untuk menyicil hutangnya. Kadang keuntungan yang tidak seberapa hanya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi hidup di Jakarta biayanya sangat besar. ::Baca Lebih Lanjut>> ::Baca Lebih Lanjut>>

Saling Memberikan Pengaruh

effectivecommunication

Hidup ini sungguh beragam. Tidak perlu melihat terlalu jauh. Di kantor kita misalnya, atau di samping kanan kiri tempat kita duduk. Ada yang masih muda tetapi sudah bisa mandiri. Ada yang sudah berumur tetapi masih kesusahan dalam masalah ekonomi. Ada si miskin yang mampu menyelesaikan pendidikan tinggi, ada pula si kaya yang tak kunjung tamat dari perguruannya.

Dalam area yang tidak terlalu luas pun kita bisa mengambil pelajaran bahwa setiap orang mempunyai keaneragaman. Kita terlalu sering membandingkan seseorang terhadap hal-hal yang sama seperti umur, tahun lulus pendidikan, asal daerah. Tapi sangat jarang melihat dari latar belakang keluarga, kondisi kesehatan, dan yang paling sangat jarang adalah melihat dari ukuran kebahagiaan. ::Baca Lebih Lanjut>>

Tiga Gunung: Prolog ‘Lapis-lapis Keberkahan’

Lapis-lapis keberkahan

Dua gunung yang pertama; Akhsyabain julukannya.

Seperti sebutan itu pula wujudnya; dua yang kokoh, pejal, dan keras. Bagai mempelai pengantin, keduanya menjulang tinggi dengan gagah dilatari pelaminan langit. Cahaya mentaripun melipir ketika bayang-bayangnya jatuh di hamparan pasir. Dinding gunung-gunung ini cadas berrona merah, menyesak ke arah Thaif dan Makkah. Angin gurun yang sanggup menerbangkan kerikil, seakan tak mampu mengusiknya walau secuil.

Yang satu bernama Abu Qubais, sedang pasangannya Qa’aiqa’an.

Adalah malaikat penjaga kedua gunung ini suatu hari digamit Jibril menyapa seorang lelaki yang berjalan tertatih di Qarn Al Manazil. Bekas darah yang merahnya mulai menua dan lengket masih tampak di kakinya. Ada yang bening berbinar sendu di sudut matanya. Wajah itu tetap cahaya meski awan lelah dan kabut duka memayungi air mukanya. Jelas beban berat menggenangi jiwanya, tapi kita nanti akan tahu, yang tumpah ruah tetaplah cinta. ::Baca Lebih Lanjut>>

Vaksinasi Antikorupsi: Cegah Masyarakat dari Penyakit Korupsi

Foto Seni Visual 2D

Mendengar kata korupsi, satu yang terlintas di dalam pikiran saya adalah sebuah penyakit. Penyakit berbahaya yang dapat mengancam sendi moral kemanusiaan, kemudian menjalar ke lingkup yang lebih luas dan menghancurkannya. Korupsi merupakan penyakit yang telah menggurita dan menjalar di negeri ini. Hampir semua sektor di negeri ini tidak ada yang steril dari yang namanya korupsi. Kementerian agama yang dalam pandangan kita merupakan instansi religius, akhir-akhir ini tersandung kasus korupsi dana haji. Belum lagi oknum-oknum diinstansi lain yang terkenal korupnya, sebut saja kehakiman, kepolisian, sampai ke perpajakan.

Kawan, korupsi yang sering kita dengar bukanlah isu yang baru di kalangan masyarakat. Ironisnya, penyakit ini tetap berlangsung meski beragam upaya dan wacana terus didengungkan untuk memeranginya. Semestinya tak hanya institusi-institusi pengamat ataupun pemberantas korupsi saja yang sibuk bersuara,  tetapi gerakan menjadikan kejujuran sebagai sebuah budaya bangsa dan menghalau semua tindakan penggerogotan bangsa ini hendaknya juga menjadi tanggungjawab setiap warga negara. Apalagi kita, kita yang dalamtaraf ini masih tergolong muda: Mempunyai tenaga lebih, pemikiran komprehensif, dan kemampuan fisik yang  seharusnya lebih bisa menggerakkan masyarakat untuk memberantas penyakit ini. ::Baca Lebih Lanjut>>

Gede Expedition: Khatam Al-Quran Bersama Edelweiss

IMG-20140610-WA0045

Gede Expediton, sebuah Judul di WA (WhatsApp) yang baru saja dibuat oleh teman sependakian ke gunung Gede 6-8 Juni 2014 kemarin. Judul ini pula yang akan saya gunakan untuk menulis perjalanan ke puncak gunung Gede (2.958 Mdpl) dari mendaki sampai turun.  Tema Pendakian adalah ‘Khatam Al-Quran Bersama Edelweiss’ dengan peserta dari Rumah Al-Quran Indonesia.

Pendakian ini adalah pertama kali bagi saya. Dengan niat untuk menambah teman dan menghapus penasaran bagaimana kesan mendaki gunung, saya pun berniat untuk berangkat. Apalagi mendapat dorongan dari teman dan istri yang merupakan ‘doping’ tersendiri bagi saya untuk menuntaskan tantangan ini. ::Baca Lebih Lanjut>>

Cinta yang Mengingatkan dan Menguatkan

ikatan cinta

Hidup sendiri tidak jauh dari perasaan kesepian. Fitrahnya, manusia tidak akan  tahan hidup sendirian, tidak memiliki lingkungan pergaulan, apalagi sampai dengan mengisolasi diri. Perasaan kesepian ini akan memunculkan masalah kesehatan dan bahkan mempercepat kematian. Mungkin karena untuk menghindari perasaan seperti ini, maka ada kecenderungan saya untuk mempunyai pasangan hidup untuk menjadi sahabat, teman mengobrol dan berdiskusi, serta berkomunikasi.

Setelah meniatkan diri untuk mencari pendamping, Saya akhirnya memutuskan untuk menikah. Jalur yang saya lalui adalah dengan proses Ta’aruf. Agak jarang mungkin di kalangan Masyarakat Indonesia, apalagi di lingkungan yang akrab dengan sistem pacaran sebelum menikah. Kami berdua belum pernah kenal sebelumnya meskipun kami menuntut ilmu di kampus yang sama. Kami berkenalan, saling mengutarakan visi, kemudian menemukan kesesuaian dan akhirnya kami memutuskan untuk menikah. ::Baca Lebih Lanjut>>

Yuk, Ng-ODOJ!

ODOJ 1

Hari ini adalah hari ke 161 saya mengikuti program One Day One Juz.  Artinya, sudah 5 kali khatam sejak meniatkan diri untuk konsisten tilawah 1 juz dalam sehari. Sejak tergabung dengan ODOJ 121 yang anggotanya mayoritas dari ikhwah STAN baik senior maupun junior, Intensitas untuk bertemu dengan Al Quran menjadi lebih banyak. Setiap hari saya jadikan membaca Qur’an sebagai kebiasaan sehingga serasa ada yang kurang jika belum membacanya dalam sehari. Seperti kebiasaan makan dan minum. Sudah otomatis, tilwah ini adalah makanan ruhani.

Gerakan One Day One Juz (ODOJ) tumbuh dengan pesat. Semenjak soft launching tanggal 11 November 2013 hingga Maret 2014, jumlah anggota ODOJ sudah mencapai 87.000 ODOJ-er (sebutan untuk member ODOJ) yang tersebar dari berbagai penjuru dunia. Setiap hari ratusan orang bergabung untuk bersama saling mengingatkan agar mencapai target tilawah satu juz setiap harinya. Dari yang tua sampai yang muda semuanya berlomba-lomba untuk tilawah satu juz. Dari teman kerja sampai dengan orang yang biasa saya temui di jalan juga antusias memegang mushaf-nya. ::Baca Lebih Lanjut>>

OJT Perbendaharaan: Ajang Cinta Instansi

paling kenal indo

On The Job Training instansi Direktorat Jenderal Perbendaharaan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh calon pegawai untuk mengenal lebih dekat dengan instansi. OJT kali ini menggunakan sistem Rolling setiap 2 pekan di setiap kantor, baik di Kantor pusat maupun Kantor pelayanan (KPPN/Kanwil) di Jakarta. OJT dibagi dalam kelompok yang terdiri dari 14-15 calon pegawai.

Kegiatan yang dimulai dari bulan November ini mempunyai banyak kesan bagi calon pegawai.  Setiap dua pekan bertemu dengan tempat dan suasana beda. Dalam perpindahan tersebut dibutuhkan adaptasi dan penyesuaian, apalagi dengan perbedaan proses bisnis di masing-masing tempat. ::Baca Lebih Lanjut>>

Kindness Boomerang

kindness

Tidak Beda dengan Pay it Forward yang pernah saya tuliskan, kebaikan juga beragam bentuknya, salah satunya adalah Kindness Boomerang. Istilah ini mulai populer di luar negeri lewat sebuah video yang diiringi dengan lagu “One Day”. Video ini menceritakan bagaimana seseorang yang awalnya menolong orang lain, kemudian pada masa berikutnya, dia juga memperoleh pertolongan. Pertolongan ini jika diperhatikan dari awal, berasal dari orang yang pada awalnya dia tolong. Seakan kebaikan yang dia lakukan, kembali pada dirinya. ::Baca Lebih Lanjut>>

Yang Lapang, Yang Menang

Lapang Dada

Suatu hari saya membersamai sahabat-sahabat mengikuti pertandingan futsal, Pertandingan penting antar ikhwah kampus. Membersamai saja, ikut mengatur pola permainan, tapi tidak sampai turun lapangan (Mengakui kemampuan sendiri, he..he..he). Tim Kami boleh dibilang mengalami Kejutan karena pada saat itu menjuarai turnamen. Tanpa merasa mengurangi rasa bahagia, kami pun saling sharing dan berbagi seputar perjalanan pertandingan. Hingga satu pertanyaan terlontar, Kok bisa ya kita menang? Kan kita kan orangnya cupu-cupu. Serentak semua tertawa, hingga ada yang mengungkapkan bahwa kemenangan ini berawal dari doa-doa kita, Doa yang lapang:

Ya Allah, Berkahilah permainan ini, Menang dan Kalah adalah karuniaMu, Itu tidak masalah bagi kami, berikanlah pelajaran yang bernilai pada permainan ini.” ::Baca Lebih Lanjut>>

1 2 3 4 12