BANGUNAN YANG KOKOH

Kita kembali dinasehati tentang betapa pentingnya ‘keteraturan’ dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Rumah, sebagai salah satu contoh bangunan adalah hal sederhana yang dapat kita petik pelajaran darinya. Setidaknya ada beberapa tahap yang harus dilalui jika kita ingin membangun rumah, diantaranya yaitu: Menyiapkan tanah/lahan yang cocok; Membangun pondasi; Membangun dinding serta atap; Pengecatan; Serta penataan interior dan eksterior. Dari hal-hal tersebut, tentu kita membutuhkan material sebagai bahan untuk membangun sebuah rumah, seperti: pasir, besi, batu bata, semen, kayu, seng/genteng, air, dan lain-lain.

Dari sekian banyak material, masing-masing memiliki fungsi dan peran yang berbeda satu sama lain. Besi tentu tidak mungkin dapat menggantikan fungsi batu bata, begitu juga sebaliknya. Intinya setiap material memiliki ciri tertentu yang tidak dimiliki oleh bahan yang lain.Namun demikian, tentu semua bahan-bahan diatas tetaplah dibutuhkan untuk satu hal: membangun rumah yang kokoh.

Agar sebuah rumah dapat berdiri dengan kokoh, si pemilik rumah atau kontraktor tentu telah menetapkan standar kualitas tertentu atas bahan-bahan yang dibutuhkan. Misalnya, tanah tempat rumah berdiri haruslah memiliki struktur yang kuat, kayu yang akan digunakan haruslah kayu jenis tertentu dapat bertahan lama, serta berbagai contoh lainnya.

Itu sekilas tentang pembangunan sebuah bangunan yang kokoh; yaitu rumah. Lalu, apa hubungannya dengan aktivitas kita sebagai mahasiswa? Tentu ada hubungannya.

 

Dalam aktivitas sehari yang dilakukan secara bersama-sama, setiap orang tentu memiliki ciri khas, fungsi dan peran,  kemampuan,  serta tanggung jawab masing-masing. Sesuai dengan analogi bahan bangunan diatas, Si A tidak akan dapat menggantikan ciri khas atau kemampuan Si B, begitu juga sebaliknya. Dan seterusnya.

Namun demikian, semua mahasiswa tentu haruslah memiliki standar kualitas yang telah ditetapkan oleh kemampuan masing-masing agar terciptanya ‘bangunan’ komunitas yang kokoh, misalnya: niat belajar di kelas yang harus senantiasa ikhlas, kemampuan memberikan tentir kepada teman yang lain, memberikan kemampuan secara maksimal dalam bidang fotografi, desain dan berbagai kegiatan lainnya. Standar kualitas ini ditetapkan (sekali lagi) agar terbentuknya sebuah ‘bangunan’ kelas yang kokoh!
Konsekuensi Tidak Memenuhi Standar

Sebuah bangunan, apabila bahan materialnya tidak bagus dan tidak sesuai dengan yang telah ditetapkan sang empunya bangunan atau kontraktornya, dapat dipastikan bahwa bangunan tersebut cenderung rapuh, mudah rusak, tidak tahan dengan cuaca yang dinamis, atau bahkan bisa saja roboh. Kita telah melihat berbagai kejadian runtuhnya jembatan yang padahal belum terlalu lama digunakan.
Begitu juga dengan kelas kita. Aktivitas dikelas yang dijalankan tanpa memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan akan menghasilkan ‘bangunan’ kelas yang cenderung rapuh, mudah dirusak oleh gangguan dari luar, dan dalam jangka panjang akan mengakibatkan rubuhnya ‘bangunan’ kelas/komunitas tersebut.

Oleh karena itu, sebagai antisipasi agar tidak rubuhnya ‘bangunan’ yang telah dibentuk bersama, marilah kita senantiasa menjadi ‘bahan-bahan’ yang berkualitas. Dan marilah kita senantiasa memperbaiki diri dari hari ke hari agar ‘bangunan’ apapun yang kita jalani tetap berdiri tegar apapun yang terjadi. Layaknya sebuah rumah yang telah berdiri, tentu ia memerlukan renovasi dan penjagaan dari rayap, lumut, kebocoran dan lain-lain.

Ternyata Semua itu juga diatur dalam AlQuran Lho.. 😉
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. Ash-Shoff [61] : 4)

Referensi dari M. Hidayat

Leave a Reply

Saya Yakin Anda Juga Tertarik Membaca:close