Beginilah cara Alam Menghibur Kita

Pernahkah kita mengalami ketika hujan deras mengguyur, saat kita pulang kantor, kita lupa membawa payung, sehingga sampai di rumah kita basah kuyup dan kedinginan. Namun, esok harinya, saat kita siapkan jas hujan, justru panas dan terik datang membakar hari?, atau saat kita sedang mencuci tiba-tiba hujan deras mengguyur, padahal baju buat ke kantor tinggal satu-satunya? atau saat kita sedang sibuk bekerja, Jam tiba-tiba berbunyi mengingatkan bahwa waktu sholat telah tiba?

alam

Atau mungkin kita terburu-buru mengejar waktu saat akan berangkat ke kantor, tetapi perjalanan malah tersendat, seolah membiarkan kita terlambat. Namun, ketika kita ingin melaju dengan tenang, pengendara lain malah menyembunyikan klakson agar kita mempercepat langkah. Sebalkah kita? mengapa terkadang keadaan seringkali tak bersahabat? Mereka seakan meledek, mengecoh,  bahkan tertawa terbahak-bahak. inikah yang disebut dengan “ketidakmujuran”?

Sadari saja, beginilah cara alam menghibur kita. Itulah cara alam mengajak kita tersenyum, menertawakan diri sendiri, dan bergurau secara nyata. Satriyo H. Wibisono mengatakan bahwa “Kejengkelan itu muncul karena kita tidak mencoba bersahabat dengan keadaan. Kita hanya mementingkan diri sendiri. Kita lupa bahwa jika toh keinginan kita tidak tercapai, tidak ada salahnya kita menyambutnya dengan senyum, meski terasa kecut.

Bersyukurlah karena alam masih peduli dengan kita, sesekali menghibur membuktikan bahwa keseimbangan alam itu ada. Bersyukur juga saat kita diingatkan alam untuk beribadah, bukti Allah sayang sama kita. Dia mengingatkan kita dengan perantara alam saat kita sedang lupa atau lalai.

Leave a Reply

Saya Yakin Anda Juga Tertarik Membaca:close