Bercerita Dalam Penantian Part #1

Fenomena Ketidakpastian yang membuat galau dalam masa penantian sudah bukan hal yang asing lagi, Ibarat kita sedang menunggu sebuah Bus di halte, perasaan tidak sabar dan sebal bisa saja muncul saat Bus tak kunjung datang atau bus datang tetapi dalam kondisi penuh sesak. Tak jarang pula para penanti ini terjebak dalam pikiran-pikiran yang melemahkan niat yang sudah dibangun kuat pada saat awal melangkah. Bahkan tak jarang yang berputus asa hingga akhirnya menyerah.

Jika dihubungkan dengan Penantian Penempatan, satu hal yang berpengaruh terkait kondisi ini adalah mengenai perubahan harapan. Life Planning yang berisi harapan-harapan yang sudah dibangun sejak lama pun senantiasa ikut berubah. Ada yang menunda untuk melanjutkan kuliah diusia muda, sampai ada yang mengundurkan rencana menikah karena kondisi ini. Ada Pula yang tidak lagi fokus untuk menjadi pegawai Negeri, dengan menuliskan akan merintis usaha sendiri dalam waktu singkat.

Dengan perubahan impian-impian ini, kita akan memahami bahwa rencana hidup bisa fleksibel mengikuti perubahan waktu. Perubahan harapan akan menjadikan kita sebagai orang yang siap kedepannya. Harapan akan selalu ada untuk orang yang selalu siap, apalagi jika kondisi ini diisi dengan harapan dan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

Namun, banyak diantara kita juga merasakan kekhawatiran dalam kondisi ini. Rasa takut dan kegelisahan menyelimuti yang membuat resah, tak bersemangat, dan sibuk mencari kesalahan daripada mengisi kegiatan yang positif. Alasannya, Jika peran kita Sebagai seorang anak, kita akan khawatir tidak bisa membahagiakan orang tua dan membuat mereka kecewa. Bagi seseorang yang menjadi tulang punggung keluarga, lebih khawatir lagi karena dia tidak bisa memperoleh penghasilan dari pekerjaan yang diharapkan.

111208-menunggu

Jamilazzaini pernah menulis bahwa “Hidup memang seperti ini. Hidup adalah perpaduan antara harapan-harapan dan beberapa kekhawatiran. Harapan terwujud dalam impian dan resolusi hidup yang kita buat. Kekhawatiran menjelma dalam rasa takut dan kegelisahan.”

Harapan dan kekhawatiran harus selalu ada dalam diri kita. Tanpa harapan hidup Anda hampa dan tidak bergairah. Tanpa kekhawatiran, Anda bisa merasa paling hebat dan tak mau berbenah. Yang utama adalah kita harus selalu berbaik sangka kepada Allah. Karena bagaimanapun, Allah-lah yang paling tahu, yang terbaik bagi umatnya. Allah yang paling paham, atas skenario yang telah ditulis-Nya untuk kebaikan setiap umat. Tidak ada sesuatu pun yang Allah ciptakan sia-sia, selalu ada hikmah dari segala kehendak-Nya. Dan satu yang harus diyakini oleh setiap insan yang menanti, bahwa cepat atau lambat, yang dinantikan itu akan datang, penantian ini akan segera berakhir. InsyaAllah.

4 Comments

  1. Ahmad Baihaqi April 19, 2013 4:36 pm Reply

    Semoga bisa penempatan cepat ya!

    http://www.facebook.com/ahmad.baihaqi.9277

  2. Agil Saputra April 29, 2013 8:52 am Reply

    Amin Mas… 🙂

    http://Agilsaputra.com/

  3. ANaz Nagash May 16, 2013 11:14 am Reply

    innallaha ma’anna…
    la tahzan ya akhi..

  4. Agil Saputra May 17, 2013 1:29 pm Reply

    Jzk Khair Akhina Anaz…

    Sukses blog barunya ya..

    http://Agilsaputra.com/

Leave a Reply

Saya Yakin Anda Juga Tertarik Membaca:close