Bercerita Dalam Penantian Part #3

Sampai saya menuliskan “bercerita dalam penantian Part #3” ini, ternyata belum ada perkembangan informasi terbaru yang didapatkan terkait penempatan. Namun selalu ada cerita di setiap perjalanan ini. Oke, Saya ingin sedikit bercerita tentang teman-teman yang dengan dewasa memanfaatkan waktu ini sebagai momentum pengembangan diri.

Teman saya, Seorang yang dahulu bercita-cita ingin hafal Al-Quran, sekarang sedang giat-giatnya mengejar target, bahkan sampai mondok, berteman dengan para tahfidz sebaya. Dia percaya bahwa kekosongan waktu ini merupakan momentum bagi dia untuk mempercepat target. Hafalan tidak akan mudah diselesaikan selama berkarir di dunia kerja nanti, begitulah kira-kira pandangannya. Hebat! Bukankah ini Percepatan Rezeki?, dalam hati saya bergumam.

part3

Lain lagi dengan teman saya yang satunya, dengan jiwa sosial yang tinggi, Waktu ini adalah waktu yang tepat untuk lebih dekat dengan masyarakat. Dengan meningkatkan kualitas pendidikan di Negeri ini, mereka ikut program Indonesia Mengajar. Bangga dan terheran-heran saya Melihatnya. “Daripada bersibuk mengutuk Kegelapan, lebih baik menyalakan lilin”, ungkapnya.

Cerita ini sedikit dari berbagai macam aktivitas teman-teman yang telah dihabiskan. Meskipun belum bisa mengobati rasa kecewa, cemas, dan galau yang sangat besar, setidaknya sedikit memberi ketenangan bahwa banyak teman yang dewasa dalam menyikapi permasalahan yang sedang dihadapi.

Saya pun belum tahu secara pasti kapan pengumuman akan keluar. Namun Percayalah, semua ini akan berlalu, maka mengapa harus memikirkan sesuatu yang belum pasti, namun suatu saat pasti akan hadir juga? Sedang hal itu hanya akan membuat kita kehilangan keindahan hari ini karena mencemaskan sesuatu yang belum pasti.

Nikmatilah, karena suatu saat, semua ini pun akan berlalu. Jangan sampai kita kehilangan nikmatnya dan hanya mendapatkan getirnya saja. Nikmatilah dengan bersyukur dan memanfaatkan apa yang kau miliki dengan lebih baik lagi agar besok menjadi sesuatu yang berguna.

Kita bisa nikmati rasa galau dengan bertafakur lebih banyak atas permasalahan yang sedang dihadapi. Dengan memikirkan kedewasaan yang kan kita gapai atas resah dan galau itu. Dengan kematangan yang akan kita miliki setelah berhasil melewati semua ini. Maka nikmatilah rasa marah ini, dengan kemampuan mengendalikan diri. Dengan memikirkan penggugur dosa yang akan kita dapatkan. Dengan mendapatkan kemenangan kita nanti yang tak semua orang dapat lakukan.

Salam.

2 Comments

  1. yeni_alalalala May 16, 2013 9:39 pm Reply

    like this,,

Leave a Reply

Saya Yakin Anda Juga Tertarik Membaca:close