Berpahala dalam Bercanda

Sering Kali kita melengkapi kehidupan ini dengan canda dan tawa. Saya sendiri termasuk orang yang menyukai komunikasi yang diwarnai dengan candaan, karena dengan bercanda suasana dapat lebih cair, tidak kaku. Apalagi setelah lama beraktivitas dan menjalani kesibukan yang melelahkan, candaan ringan yang membuat tertawa bisa melemaskan urat-urat yang kaku sekaligus menghilangkan lelah dan penat.

Jika kita menilik kepribadian Rasulullah, beliau juga pernah bercanda, baik bersama Istri maupun sahabat-sahabat beliau.  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sering mengajak istri, dan para sahabatnya bercanda dan bersenda gurau, untuk mengambil hati, dan membuat mereka gembira. Namun canda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berlebih-lebihan, tetap ada batasannya. Bila tertawa, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melampaui batas tetapi hanya tersenyum. Begitu pula, meski dalam keadaan bercanda, beliau tidak berkata kecuali yang benar.

bercanda sesuai sunnah

Namun apa jadinya jika bercanda secara berlebihan?. Saya akan bercerita sedikit tentang bercanda ini. Suatu sore Saya mendapat suatu nasehat dari Seorang Pemimpin perusahaan, sebagai seorang yang sudah pernah mengenal berbagai karakter manusia, Beliau berpesan kepada saya, bahwasannya Bercanda harus dilakukan pada saat yang tepat. Bercanda tidak tepat jika dilakukan pada saat Saat serius, begitu juga sebaliknya, jika sering-sering dan berlebihan dalam bercanda, maka karyawan akan menganggap remeh atasan, karena kewibawaan bisa hilang. “Sebagai seorang pemimpin harus tegas, Adab harus dijunjung tinggi, karena berkaitan dengan penilaian terhadap manusia yang sejalan dengan peningkatan kinerja perusahaan“, tegasnya.

ini bisa menjadi bahan introspeksi buat saya, saat bercanda, harus diniatkan bahwa tujuannya adalah untuk menghilangkan penat. Semata-mata supaya bersemangat untuk melakukan pekerjaan yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat dan memperhatikan adab Rasulullah dalam bercanda.

Setiap orang mempunyai sifat yang berbeda-beda. Ada tipe orang yang suka bercanda namun juga ada orang yang serius atau tidak suka bercanda. Terkadang juga ada yang mempunyai sifat perasa dan ada juga yang nyantai atau cuek. Mengenali sifat orang dalam bergaul apalagi dalam bercanda sangat diperlukan. Jangan sampai menempatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan tempatnya sehingga berlaku dhzolim terhadap saudara kita. Bisa saja dengan ucapan tersebut saudara kita menjadi sakit hati, padahal kita tidak menyadari akan hal tersebut.

Tertawa secara berlebihan dapat mengeraskan hati, dapat menghilangkan kewibawaan seseorang. Jika cara melihat rasulullah menanggapi bercandaan, Beliau tanggapi dengan senyum, Senyum bersih dan bercahaya dari seorang Rasul. Beliau selalu berkata yang benar meski dalam keadaan bercanda. Jika kata ust. Yusuf mansyur, “Senyum itu sedekah, banyak sedekah banyak pahala.”

Semoga kita bisa saling mengingatkan, raih pahala dalam setiap perjalanan Hidup.

Ayo!, cari pahala dalam bercanda.

Leave a Reply

Saya Yakin Anda Juga Tertarik Membaca:close