Hidup (Kok) Gini-gini Aja!

Jika kita mendengar seseorang berkata “hidup kok kayaknya gini-gini aja ya!”, kita mudah sekali menyimpulkan bahwa orang ini adalah orang yang suka mengeluh, dekat dengan keputusasaan. Ungkapan yang sama juga akan keluar jika kita sedang mengalami kebosanan, ruang gerak untuk hidup sempit, merasa tidak bebas dan jenuh karena setiap hari melakukan pekerjaan yang sama dan itu-itu saja. Benarkah semua yang berkata seperti itu adalah orang yang sedang mengeluh?

jenuh

Bagi saya, ada dua pandangan berbeda yang bisa kita cermati untuk melihat kondisi tersebut. Yang pertama adalah orang tersebut benar-benar mengeluh, orang ini bekerja namun tersiksa, merasa menderita setiap hari, dan sulit untuk berkembang. Setiap pekerjaan yang dijalani dilakukan tanpa menikmatinya, jauh dari tulus dan ikhlas. Penghasilan tak kunjung meningkat, dan pahala pun tak kunjung didapat.

Untuk orang yang seperti ini, nikmatilah hidup ini, sedikit memaksa memang, namun lama-lama juga akan terbiasa. Cintailah pekerjaan kita, singkatnya seperti itu, saat merasa sangat enjoy, kita akan begitu menikmati bahkan rela bekerja hingga larut malam tanpa banyak keluhan.

Allah menciptakan kita dengan berbagai talenta yang berbeda. Setiap kita pasti mempunyai aktivitas yang kita cintai. Temukanlah. Saat Kita sudah menemukannya, sejak saat itulah sebenarnya kita sudah tidak bekerja tetapi menjalankan hobi. Nikmat, asyik dan membahagiakan!

Lalu gimana mau menikmati, penghasilan saya kan gini-gini aja…” ,

Menurut saya, Tidak semua jerih payah kita menghasilkan uang atau harta. Boleh jadi menghasilkan nama baik, intangible asset dan jangan lupa tentu mengasilkan pahala. Agar Kita terus semangat dan bergairah maka kita harus tahu persis hasil-hasil apa saja yang kita peroleh jika menekuni hal itu.

Yang kedua, Orang yang berkata bahwa “Hidup Kok Gini-gini aja” bukanlah sebuah kalimat keluhan. Orang ini menganggap bahwa hidup dunia hanya biasa saja, karena kehidupan yang lebih kekal itu ada, yaitu di akhirat.

Suatu sore, pernah bertanya dengan seorang sahabat saya,
Kenapa kamu lebih memilih kursus bahasa arab, daripada toefl, atau mengisi waktu dengan mencari uang dengan mengajar?”.

Dengan senyum lebar, sahabat saya menjawab:
Hidup di dunia ini gini-gini aja ternyata, dulu saya mengira bahwa naik pesawat, menginap di hotel, makan dengan menu yang luar biasa berkelas, akan membuat saya tenang dan nyaman, tapi ternyata setelah saya merasakan, biasa-biasa saja tuh!

Saya sempat kaget, dia melanjutkan dengan optimis.
Saya lebih nyaman untuk mempersiapkan diri saya, isi waktu untuk menambah bekal kehidupan di akhirat. Saya tidak mau lalai terhadap kenikmatan dunia, hingga urusan akhirat jadi terbengkalai.”

Dahsyat!, Hidup ini memang singkat, menikmatinya adalah suatu pilihan. Seperti pilihan bagaimana menyikapi “hidup kita yang gini-gini aja“. Mau pilih mengeluh atau merubah, Mau pilih menikmati pekerjaan saja atau melakukannya sekaligus sebagai amal ibadah/bekal untuk kehidupan nanti, atau mau pilih nyamannya mengembangkan bekal menuju akhirat karena menganggap kenyamanan “di dunia hanya gini-gini saja”, keputusan ada di kita. namun, Hal yang paling mendasar untuk mendapatkan keduanya, bekerjalah dengan benar dan lakukanlah ikhlas karena-Nya.

tanda tangan

Leave a Reply

Saya Yakin Anda Juga Tertarik Membaca:close