Menjadi “Short-term Auditor”: Nikmat walau Sesaat

Sebelumnya Saya tidak pernah menyangka jika setelah lulus STAN bakal bekerja di perusahaan swasta. Lulus STAN itu ya langsung jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan titel Sebagai abdi negara. Banyak teman yang mengatakan bahwa setelah lulus dari STAN akan menjadi punggawa keuangan Negara. Tidak heran, karena mahasiswa STAN ‘diciptakan’ selama 3 tahun sebagai pengelola dan pengatur keuangan Negara.

Stan Angkatan 2009 (lulus tahun 2012), bisa dikatakan sebagai angkatan kurang beruntung karena kebijakan moratorium yang mengakibatkan tertundanya pengangkatan sebagai pegawai. Kebijakan ini membuat banyak mahasiswa mengisi kekosongan dengan melakukan berbagai kegiatan sampai dengan September 2013 nanti, (mungkin Januari 2014 ini?).

Cari Pengalaman sebagai Auditor di Kantor Akuntan Publik

Hari pertama setelah wisuda saya sudah mulai bekerja. Bekerja disaat teman yang lain sedang menikmati masa liburan setelah wisuda merupakan suatu tantangan tersendiri. Tanpa sengaja, tradisi setelah lulus langsung bekerja pun memang saya alami.

Saya (bersama sahabat yang lain), Mengisi waktu menunggu penempatan sebagai Auditor di Kantor Akuntan Publik (KAP) Razikun Tarkosunaryo. Berkat kenal dengan bapak Tarko semenjak mengajar Intermediate di tingkat 2, KAP yang beraliansi dengan MSI Global Alliance ini bisa menjadi rekomendasi sebagai tempat mencari pengalaman. Tidak hanya ingin memperoleh pengalaman perihal audit, namun bagaimana bekerja sekaligus beribadah di dunia luar kampus.

Setidaknya, kami sedikit mengerti bagaimana cara mengaudit mulai dari membuat Kertas Kerja sampai dengan terbitnya laporan keuangan ‘audited’. Meskipun banyak yang tidak paham teori karena keterbatasan bekal ilmu yang dibawa dari kuliah.

Pertama kali bekerja masih kurang yakin, lama-lama menikmati juga. Wujud nyata adalah dengan selesainya 2 laporan keuangan dari 5 perusahaan yang saya ikuti di dalam tim Audit. Dengan semangat ‘The show must go on’ saya kerjakan saja apa yang ada di depan mata dan akhirnya semua pun selesai. Semua tentunya bukan dari kerja sendiri, tapi dari bantuan senior-senior yang suka rela berbagi ‘kebolehannya’. (Semoga ilmu-ilmu yang telah kalian berikan senantiasa bermanfaat dan berkah. Amin.)

Dokumen Audit dan Laporan keuangan ‘audited’ yang telah terbit

Untuk belajar menjadi seorang auditor, bekerja selama 3 bulan masih kurang cukup, perlu waktu kurang lebih selama 1 tahun, satu periode pembukuan, sehingga pengetahuan yang kamu dapatkan lebih komprehensif”, kata seorang senior auditor. Saran yang membangun, dan inilah yang menjadi penyebab perpanjangan kontrak sampai 9 bulan. Maklum pada saat itu masih ketagihan mengaudit. Hehe.

Meskipun singkat, kami tetap bercita menjadi auditor yang tangguh. Berjalan lebih dari 1 km dari kost sampai kantor sudah biasa dilakukan. Pulang malam pun demikian, kadang baru dini hari sampai di kost lantaran lembur kerjaan atau baru pulang dari klien. Belum lagi bertempur dengan hujan berlindung dibawah payung yang seadanya. Alhamdulillah, kami tetap menikmatinya.

Berangkat menuju kantor

Tiba di kantor

“Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah. (HR. Ahmad)”

Hadist yang memotivasi, Pesan Rasulullah kepada umat muslim agar senantiasa bekerja. Memanfaatkan kemampuan yang dengan sebaik mungkin. Hadist ini juga memberikan pengertian kepada kita bahwa ampunan akan datang kepada kita di malam hari bagi yang siangnya telah berusaha dalam bekerja. (Wallahhu a’lam, semoga Allah mengampuni kita semua yang berlelah dalam bekerja dan mencari ridho-Nya).

Kesan

Kesan yang paling mengena saat di kantor adalah saat bercanda bersama teman-teman  dan suasana tegang saat review kerjaan. Alhamdulillah, selama proses itu juga saya dapat pengetahuan tentang bagaimana memposisikan diri baik saat bercanda maupun saat serius. Ada kesan tersendiri saat bergabung bersama teman-teman dari berbagai karakter dan latar belakang, mulai dari teman yang addict media social, jago PSAK, sampai ada yang mahir urusan cash flow.

karyawan-karyawan KAP

Alhamdulillah, Selain kegiatan mengaudit, satu hal yang saya sukai di kantor ini adalah suasananya. Jarang kita mendapati kantor yang sangat mendukung penuh kegiatan keagamaan. Pembacaan Kitab Riyadhus Shalihin ba’da shalat ashar, Tahsin, Kajian Bulanan, dan buka bersama puasa sunnah senin/kamis membuat Ruhiyah atau semangat beribadah selalu terjaga. Tak kalah menarik, adanya MaRu-San (Mading Khairul Insan) mega karya DKM Masjid Khairul Insan yang senantiasa memberikan informasi seputar islam.

Suasana saat Buka Bersama

Mading Khairul Insan

Masih kurang rasanya cerita ini jika tidak berbagi dengan ramahnya pegawai-pegawai di Kantor. Meski  terdiri dari berbagai kalangan, mereka tetap akrab satu sama lain tanpa membedakan posisi di kantor. Bukti keakraban adalah serunya bermain tenis meja bersama mereka, Lepas penat dan keringat bercampur menjadi satu dengan  candaan masing-masing pegawai.

Tenis meja bersama para pegawai

“Memperoleh banyak pengalaman kehidupan merupakan hal yang sangat berharga. Pengalaman adalah guru terbaik, Meskipun pelajarannya sering terasa keras, tajam, dan kadang kejam. Pelajaran memang keras, tetapi karenanya kita memperoleh pelajaran dan pertumbuhan terbesar. Kehidupan menantang kita dan mendorong kita lebih tinggi. Ia membantu menyingkapkan karakter sejati kita, dan dengan cara itu mendorong kita membangun karakter yang lebih kuat.”

Akhirnya, dengan akan datangnya Ramadhan dan beberapa hari setelah naiknya BBM, selesai juga tugas kami (saya dan teman-teman) di Kantor ini, doakan kami supaya bisa memanfaatkan sisa waktu dengan baik dan lancar, Lulus Tes Kemampuan Dasar (TKD) Juli/Agustus mendatang, Menjadi Pegawai Negeri Sipil yang berintegritas dan bermanfaat bagi Negara. Terima kasih para Partner dan karyawan, Terima kasih KAP. Salam PAM!

Terima Kasih Kepada:
– Bapak DR. Muhammad Razikun, CPA
– Bapak Tarkosunaryo, CPA
– Bapak Adi Rasidi, CPA
– Ibu Oliv, Mbak Diah (makasih ya atas barang Kenang-kenangannya…), Mbak Meda, Mutia, Iis. Mas Gifar, Mustofa, Nazir, Hadi, Ulil, Adhyn, Berkah, Bang Chocki, Yogi dll.
– Bapak Sholihin yang senantiasa Isitiqomah sebagai muadzin, Mas Rizal, dan teman-teman DKM Khairul Insan.
– Magangers: Risza Ashary, Wildan hariz, Fajar, Eric, Oji, Bella, Shasya, Sarah dll.

Salam dari Kami:
– Dery Syafitra
– Fery Perdiansyah
– Hibatul Wafi Ramadhan
– Sahabat-sahabat saya yang di suatu tempat: Cahyo Dwi Mulyantoro, Yayan Nurwahyuni, Galuh Candra Adriannur, Qital Amarullah, dan Aldy Wijaya.

GALERI AUDIT

=================================
=================================

Oleh: Wahyu Ragil Saputro.

4 Comments

  1. bellacitra July 5, 2013 11:12 pm Reply

    gue belum cerita tentang magang gue sendiri way. selamat penempatan yaaaa, sukses selalu buat anak staners RTS.

  2. anas isnaeni August 14, 2013 11:30 am Reply

    nice story…

    ada hikmahnya kan kalian dalam “masa menunggu”
    coba angkatanku dulu (yang puaaaaling cepet ditempatkan eselon Inya)
    mana ada tuh kesempatan bisa kerja di sektor swasta atau yang bener2 ada background perkuliahan kita 🙂

    • Agil Saputra August 14, 2013 5:19 pm Reply

      Asik dong yang diangkat paling cepet, hehe

      Iya Mas, Bekerja di swasta bisa buat cerita.

      http://Agilsaputra.com/

Leave a Reply

Saya Yakin Anda Juga Tertarik Membaca:close