OJT Perbendaharaan: Ajang Cinta Instansi

On The Job Training instansi Direktorat Jenderal Perbendaharaan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh calon pegawai untuk mengenal lebih dekat dengan instansi. OJT kali ini menggunakan sistem Rolling setiap 2 pekan di setiap kantor, baik di Kantor pusat maupun Kantor pelayanan (KPPN/Kanwil) di Jakarta. OJT dibagi dalam kelompok yang terdiri dari 14-15 calon pegawai.

Kegiatan yang dimulai dari bulan November ini mempunyai banyak kesan bagi calon pegawai.  Setiap dua pekan bertemu dengan tempat dan suasana beda. Dalam perpindahan tersebut dibutuhkan adaptasi dan penyesuaian, apalagi dengan perbedaan proses bisnis di masing-masing tempat.

Bagi saya, ada beberapa dampak positif yang diambil dari kegiatan ini. Meskipun termasuk pegawai baru yang belum mendapatkan sebuah kartu identitas pegawai dan baju kantor, namun bukan alasan untuk tidak produktif saat melaksanakan OJT. Perpindahan selama 2 pekan sedikit ‘memaksa’ saya untuk cepat beradaptasi dengan berbagai karakter, selain itu dibutuhkan juga pemahaman yang cepat pada masing-masing proses bisnis kantor. Setidaknya ada 11 tempat yang saya tempati saat melakukan OJT ini:

1. Direktorat Transformasi Perbendaharaan

Direktorat Transformasi Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan strategi, merancang, menyiapkan, mengembangkan, serta melakukan uji coba proses bisnis dan teknologi informasi perbendaharaan. Tahun ini sedang gencar-gencarnya menyelesaikan mega proyek SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara) dan SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi) yang rencananya awal tahun 2014 sudah mulai dijalankan.

Di direktorat ini secara kebetulan sedang diadakan acara Training Of Tranier (TOT) SPAN. TOT yang diadakan selama 3 Pekan ini diikuti oleh Duta SPAN dari masing-masing kantor Vertikal di seluruh Indonesia. Duta SPAN ini diharapkan dapat memberikan ilmunya kepada pegawai di kantor tempat bekerja. Banyak sekali pengetahuan yang saya dapatkan mulai dari mengoperasikan SPAN sebagai user sampai dengan upload database yang terintegrasi dengan sistem yang baru ini. Sisi lainnya adalah berkenalan dengan pegawai dari KPPN di Seluruh Penjuru Indonesia.

2. Kantor Wilayah DJPB Jakarta

Secara umum, Kantor Wilayah DJPB mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, pembinaan, supervisi, bimbingan teknis, dukungan teknis, monitoring, evaluasi, penyusunan laporan, verifikasi dan pertanggungjawaban di bidang perbendaharaan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Ada yang unik saat saya melakukan OJT di sini, Kanwil yang kita kenal banyak yang menangani tugas-tugas klerikal, sekarang sudah mulai merambah ke dunia analitikal. Anda tahu GFS?, Salah satu pekerjaan di Kanwil adalah analisis keuangan yang bernama GFS. GFS (Government Finance Statistic) dibuat dalam rangka meningkatkan kualitas informasi keuangan. GFS ini merupakan klasifikasi anggaran yang dilakukan Pemerintah sebagaimana yang sudah diterapkan di berbagai negara. Klasifikasi anggaran dimaksud terdiri dari klasifikasi menurut fungsi, menurut organisasi, dan menurut jenis belanja.

3. KPPN Jakarta III

KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) mempunyai tugas melaksanakan kewenangan perbendaharaan dan bendahara umum negara, penyaluran pembiayaan atas beban anggaran, serta penatausahaan penerimaan dan pengeluaran anggaran melalui dan dari kas negara berdasarkan peraturan perundang-undangan. Setiap Satuan Kerja datang ke kantor ini untuk mencairkan dananya sesuai dengan DIPA.

OJT di KPPN Jakarta III diadakan tepat pada saat akhir tahun. Di KPPN, akhir tahun merupakan waktu sibuk untuk melayani satker dalam hal pencairan dana. Otomatis, tenaga baru sangat dibutuhkan dalam hal percepatan proses penyelesaian pencairan dana. Selain membantu tugas Penyelesaian SP2D, disini juga memperoleh pengalaman baru dalam rekonsiliasi dan LPJ keuangan satker.

4. KPPN Khusus Pinjaman dan Hibah

KPPN Khusus Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melaksanakan penyaluran pembiayaan atas beban anggaran untuk dana yang berasal dari luar dan dalam negeri secara lancar, transparan, dan akuntabel serta melaksanakan kewenangan perbendaharaan dan bendahara umum negara, penyaluran pembiayaan atas beban anggaran, serta penatausahaan penerimaan dan pengeluaran anggaran melalui dan dari kas negara berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Di KPPN Khusus Pinjaman dan Hibah, secara umum saya banyak tahu tentang proses Pembayaran Hutang, Outstanding hutang yang masih harus dibayar, dan progress besarnya hutang Indonesia kepada pihak lain. KPPN KPH banyak berkonsolidasi dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang dalam hal kebijakan hutang Indonesia.

Satu lagi yang masih saya pelajari di sini, bahwa setiap pagi di kantor ini melaksanakan briefing dari kepala kantor kepada karyawan dalam hal penyampaian informasi terbaru dan sharing session permasalahan yang berkembang di kantor tersebut. Saya baru menemukan metode seperti ini, mungkin tujuan ini agar ada kedekatan antar pegawai dalam mencapai tujuan bersama. Setelah saya ke kantor pelayanan yang lain, ternyata metode ini sudah banyak diterapkan meskipun dengan cara-cara yang berbeda.

5. KPPN Jakarta I

Ini adalah OJT Kedua di KPPN setelah sebelumnya di KPPN Jakarta III. Pekerjaan hampir sama dengan KPPN yang lain. Karena masih akhir tahun, masih banyak pekerjaan di Kantor ini, bahkan sampai lembur.

6. Direktorat Pelaksanaan Anggaran

Tugas dari Direktorat ini adalah Menyiapkan perumusan kebijakan, standarisasi, bimbingan teknis, dan evaluasi di bidang pelaksanaan anggaran, penelaahan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, serta monitoring, evaluasi, dan koordinasi di bidang penyerapan pagu anggaran berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal.

Tidak begitu banyak saya melakukan pekerjaan yang sesuai dengan Tugas Pokok di Direktorat ini. Namun membantu evaluasi atas service desk setidaknya memberikan pengetahuan mengenai permasalahan yang terjadi terkait pelaksaan anggaran di tahun berjalan tiap-tiap satker.

7. Direktorat Pengelolaan Kas Negara

Tugas Direktorat PKN adalah menyiapkan perumusan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, verifikasi dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengelolaan kas dan program pensiun serta pelaksanaan akuntansi atas transaksi keuangan melalui Direktorat Pengelolaan Kas Negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

Bisa dibilang semua kegiatan aliran kas Negara bisa dilihat di Direktorat ini. Mulai dari ketersediaan dana per hari, Pengelolaan rekening Kas, pengelolaan rekening Bank persepsi dan Operasional, dan lain-lain. Hal yang menarik yang saya peroleh adalah mengetahui proses penerimaan dan pengeluaran kas dengan menggunakan Treasury Single Account (TSA).

8. Direktorat Sistem Manajemen Investasi

Direktorat SMI Mempunyai tugas Menyiapkan perumusan kebijakan, mengembangkan sistem investasi, dan mengelola investasi dan kredit program berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal.

Kegiatan investasi Negeri ini bisa dipelajari di direktorat SMI. Banyak yang saya pelajari di tempat ini, seperti Restrukturisasi Piutang Negara dari BUMN maupun PDAM, Penerusan Pinjaman, sampai dengan Kredit Program.

9. Direktorat PPK Badan Layanan Umum

PPK BLU mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan, standardisasi, penetapan, bimbingan teknis, evaluasi dan monitoring pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU).

Ada tiga bagian besar yang saya dapatkan selain pengelolaan Keuangan BLU yaitu: Kebijakan Remunerasi BLU, Penyesuaian Tarif BLU, dan Informasi terkati BLU. Remunerasi menjadi daya tarik sendiri karena sering terjadi pembahasan yang alot untuk mencapai kesepakatan antara kemenkeu dan pegawai BLU. Tidak kalah menarik, Penyesuain tarif juga mengalami hal yang serupa, sering terjadi ketidaksepakatan antar kedua pihak tentang kebijakan tarif yang ditetapkan.

10.Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan

Tugas dari Direktorat APK adalah melaksanakan pengembangan sistem akuntansi pemerintah pusat, penyelenggaraan akuntansi pusat, pembinaan akuntansi kementerian/lembaga, penyusunan laporan keuangan pemerintah pusat, penyajian informasi perkembangan realisasi anggaran, posisi aset dan kewajiban pemerintah, serta penyusunan statistik keuangan pemerintah dan melaksanakan analisa laporan keuangan pemerintah.

Bisa dibilang Direktorat ini menjalankan Core Business-nya Direktorat Perbendaharaan dalam hal Pertanggungjawaban keuangan. Banyak sekali pengetahuan yang didapat terutama bidang akuntansi dalam membuat laporan keuangan. Direktorat ini sedang sibuk dalam sosialisasi akuntansi berbasisi akrual yang tahun 2015 diharapkan dapat diterapkan secara penuh oleh entitas keuangan.

11. Direktorat Sistem Perbendaharaan

Tugas dari Direktorat SP adalah Menyiapkan perumusan kebijakan, pengkajian, evaluasi, standardisasi, penyusunan, sosialisasi, pembinaan, bimbingan teknis Peraturan dan Proses Bisnis, melakukan analisis, perancangan, pengembangan dan evaluasi sistem aplikasi komputer, melaksanakan pengelolaan basis data, distribusi data, dukungan Teknologi Informasi, dan pemberian bimbingan teknis, serta Pembinaan Profesi di bidang perbendaharaan.

Direktorat ini banyak ditemukan programmer yang mahir membuat aplikasi seperti aplikasi Vera untuk Seksi Verifikasi dan Akuntansi dan Aplikasi SP2D untuk Seksi Pencairan Dana. Disini juga banyak dilakukan penyusunan peraturan terkait dengan proses bisnis direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Saya sangat mengapresiasi kegiatan OJT ini, Selain untuk mengenalkan instansi juga bisa bertemu dengan orang-orang baru/senior baru di tiap kantor yang tentunya mempunyai pengalaman-pengalaman segar yang bisa diambil.

Rangkaian kegiatan untuk pegawai baru masih banyak setelah OJT usai, Seperti Diklat Teknis Substansi Dasar (DTSD), Assesment, dan Prajabatan untuk golongan II.  Semoga bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membentuk karakter yang baik.

Leave a Reply

Saya Yakin Anda Juga Tertarik Membaca:close