ABDULLAH BIN ABBAS: “Muda Usianya, Luas Ilmunya”

“Ya Ghulam, maukah kau mendengar beberapa kalimat yang sangat berguna?” tanya Rasulullah suatu ketika pada seorang pemuda cilik. “Jagalah (ajaran-ajaran) Allah, niscaya engkau akan mendapatkan-Nya selalu menjagamu. Jagalah (larangan-larangan) Allah maka engkau akan mendapati-Nya selalu dekat di hadapanmu.”

Pemuda cilik itu termangu di depan Rasulullah. Ia memusatkan konsentrasi pada setiap patah kata yang keluar dari bibir manusia paling mulia itu. “Kenalilah Allah dalam sukamu, maka Allah akan mengenalimu dalam duka. Bila engkau meminta, mintalah pada-Nya. Jika engkau butuh pertolongan, memohonlah pada-Nya. Semua hal telah selesai ditulis.” ::Baca Lebih Lanjut >>

BANGUNAN YANG KOKOH

Kita kembali dinasehati tentang betapa pentingnya ‘keteraturan’ dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Rumah, sebagai salah satu contoh bangunan adalah hal sederhana yang dapat kita petik pelajaran darinya. Setidaknya ada beberapa tahap yang harus dilalui jika kita ingin membangun rumah, diantaranya yaitu: Menyiapkan tanah/lahan yang cocok; Membangun pondasi; Membangun dinding serta atap; Pengecatan; Serta penataan interior dan eksterior. Dari hal-hal tersebut, tentu kita membutuhkan material sebagai bahan untuk membangun sebuah rumah, seperti: pasir, besi, batu bata, semen, kayu, seng/genteng, air, dan lain-lain. Baca Lebih Lanjut>>

Indonesia memutuskan untuk berkiblat pada Standar Pelaporan Keuangan Internasional atau IFRS

Batas waktu yang ditetapkan bagi seluruh entitas bisnis dan pemerintah untuk menggunakan IFRS adalah 1 Januari 2012.

”Semua persiapan ke arah sana harus diselesaikan karena ini akan dimulai pada 1 Januari 2012. Coba dilihat dampak pada biayanya karena pengalihan standar akan menyebabkan timbulnya ongkos tambahan,” ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (5/5), saat menjadi pembicara kunci dalam seminar ”IFRS, Penerapan dan Aspek Perpajakannya”. ::Baca Lebih Lanjut >>

Hidup adalah Pilihan

Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.”
Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang. ::Baca Lebih Lanjut >>