Saling Memberikan Pengaruh

Hidup ini sungguh beragam. Tidak perlu melihat terlalu jauh. Di kantor kita misalnya, atau di samping kanan kiri tempat kita duduk. Ada yang masih muda tetapi sudah bisa mandiri. Ada yang sudah berumur tetapi masih kesusahan dalam masalah ekonomi. Ada si miskin yang mampu menyelesaikan pendidikan tinggi, ada pula si kaya yang tak kunjung tamat dari perguruannya.

Dalam area yang tidak terlalu luas pun kita bisa mengambil pelajaran bahwa setiap orang mempunyai keaneragaman. Kita terlalu sering membandingkan seseorang terhadap hal-hal yang sama seperti umur, tahun lulus pendidikan, asal daerah. Tapi sangat jarang melihat dari latar belakang keluarga, kondisi kesehatan, dan yang paling sangat jarang adalah melihat dari ukuran kebahagiaan.

effectivecommunication

Ada orang yang beranggapan bahwa dengan tingginya pendidikan yang dimiliki atau jabatan yang diperoleh menjadikan seseorang mempunyai kekuasaan yang besar, apalagi menganggap jabatan dibawahnya tidak terlalu penting. Lebih parah lagi, menganggap rendah pekerjaan orang lain karena berdasarkan Surat Keputusan (SK) golongannya lebih tinggi daripada yang lain. Misalnya, karena status pegawainya honorer, dia kurang dihargai. Atau karena jabatannya staf jadi tangan kanan atasan untuk melakukan tugas-tugas yang sebenarnya bisa dilakukan sendiri.

Sekecil apapun pekerjaan, akan mempunyai pengaruh. Hidup saling melengkapi, bukan saling menyaingi. Apapun jabatannya, kita bisa memberikan pengaruh kepada mereka dengan cara memberikan support ke mereka. Kalau kita memiliki potensi, fokuslah mengasah kelebihan dan kekuatan yang dimiliki. Lebih baik lagi, menggunakan kelebihan itu untuk menyempurnakan pekerjaan mereka.

Jadikan keakraban yang kita bentuk bukan hanya sebatas pekerjaan. Masih banyak kesamaan-kesamaan yang tidak berhubungan dengan pekerjaan kemudian bisa dilakukan bersama. Hal yang sederhana seperti membuat kegiatan yang membangun kekompakan, pergi ke tempat ibadah bersama, dan menikmati acara yang sama akan membangun kesamaan chemistry yang semakin kuat.

Maka jangan pernah menganggap sebelah mata ibu-ibu tukang cuci, bisa jadi kita tidak bisa berangkat kantor karena baju belum dia cuci :), atau berani meremehkan tukang kebun dan satpam? Bisa jadi kita kerepotan saat pintu rumah rusak dan selokan kamar mampet tanpa bantuan dia. Hehe.

Leave a Reply

Saya Yakin Anda Juga Tertarik Membaca:close