Selalu Ada Sisi Baik

Setiap Koin mempunyai dua sisi, Kita bisa lihat satu sisi buruk, dan satu sisinya baik. Namun, kebanyakan dari kita akan memandang bahwa setiap keburukan yang datang dari orang lain akan membuat kita membenci orang tersebut. Salah satu yang sering kita lakukan adalah dengan puasa berbicara dengannya, diam tanpa berkomunikasi selama beberapa hari.

Kita belum tahu apa penyebab orang lain marah, namun dengan segera bisa mudah menyimpulkan bahwa kita dipihak yang benar. Jika ‘berani’ menelusuri, mungkin ada sebabnya dia marah, jika tahu demikian, kata maaf adalah jalan terbaik. Meskipun ada diantara kita yang tetep ngotot mendiami orang tersebut padahal sudah tahu kita di pihak yang salah.

Kejadian di atas adalah sedikit pembelajaran, bahwa sikap memandang buruk orang lain tidak dibenarkan. Masalah akan clear jika saling memandang sisi baiknya. Sebaliknya, memandang sisi buruk hanya akan memperpanjang masalah.

baik dan buruk

Kawan, Pernahkah diantara kita yang dididik program militer selama mengenyam pendidikan?  Bagaimana sikap mereka terhadap kalian? terkesan otoriter, marah tanpa sebab yang jelas, semua hidup terasa diatur. Jika belum pernah melihat, ada program acara di stasiun televisi bernama SuperCamp, kira-kira seperti itulah gambaran acaranya. Terlambat sedikit dihukum push up, panas-panasan siang hari selama berjam-jam. Perasaan hati dongkol, marah, dan selalu jengkel kepada pembina militer. Namun, setelah terbiasa dengan didikan tersebut, perilaku kita sedikit berubah, menjadi lebih disiplin. Bahkan ada perubahan sikap kepada orang tua yang lebih baik. Kita yang tadinya sedikit manja, jadi lebih dewasa.

Ada mungkin diantara kita yang sudah bekerja di kantor, menghadapi pimpinan yang terkesan galak. Kerja jadi setengah-setengah, perasaan takut selalu menyelimuti saat bertindak salah dihadapannya.  Namun, perlu kita ketahui, bahwa dengan berpikir positif, akan ada sisi baik. Siapa tahu dengan sikap tegasnya, tanpa terasa sikap disiplin jadi tertanam, kerja jadi semakin giat (meskipun dari awalnya agak terpaksa) yang pada akhirnya akan terbiasa.

Ir. Andi Muzaki pernah menuliskan bahwa Jadilah pihak yang selalu optimis dan berusaha untuk melihat kesempatan di setiap kegagalan. Jangan bersikap pesimis yang hanya melihat keburukan di setiap kesempatan. Orang optimis melihat donat, sedangkan orang pesimis melihat lubangnya saja.

pandanglah setiap masalah sebagai kesempatan. Lihatlah setiap yang kita lihat, jahat diluar belum tentu buruk di dalam, semua akan selalu ada sisi baiknya. Hanya bila cuaca cukup gelaplah kita bisa melihat bintang.

2 Comments

  1. Gifar May 23, 2013 5:11 pm Reply

    Masyuuuu….

Leave a Reply

Saya Yakin Anda Juga Tertarik Membaca:close