Semarang, Kini dan Lalu…

Setelah hampir satu tahun tidak ke kota ini, Sabtu-Ahad (16-17 Feb 2013) ada kesempatan untuk berkunjung lagi. Tujuan awal ke kota ini untuk menghadiri undangan walimatul Ursy teman satu angkatan di STAN pada sabtu pagi, dan Sisa waktu sampai ahad sore dihabiskan untuk berkunjung ke berbagai tempat di Semarang.

Masih seperti yang dulu, Semarang dengan Suasana Ramah, tenang, dan (agak) panas. Namun, ada beberapa yang berubah meskipun tidak signifikan. Inilah yang membuat rindu. Seakan kembali ke masa itu, saat menempuh pendidikan di kota ini.

Awali dengan Kunjungan ke Masjid Agung Jawa Tengah. Satu tahun lebih tidak ke tempat ini, Bangunannya masih megah, dan sakral dengan dilengkapi banyaknya pengunjung dari berbagai kota. Sambil menyelam minum air, selain niatkan untuk berkunjung, saya juga bertemu dengan Pengurus Masjid di sana, Bisa dibilang sebagai Aktivis dakwah Masjid Agung, seorang mahsiswa yang berharap Kegiatan keagamaan di masjid bisa berkembang. Alhamdulillah Setelah Sharing dengan Pengurus disana, Saya bisa bermalam sambil Beribadah di masjid Terbesar di Jawa Tengah ini.

Kunjungan kedua ke simpang Lima di malam Ahad. Niat awal adalah untuk Menikmati Kuliner khas Semarang. Sempat Kaget, karena tampilan Simpang Lima sekarang tampak beda. Trotoar tempat yang dulu dibuat sebagai lahan parkir, saat ini (mungkin sudah lama) telah disulap menjadi tempat makan sepanjang trotoar, hampir mengitari seluruh lingkaran simpang lima. Banyak sekali variasi Makanan, membuat bingung siapapun yang berkunjung kesana karena saking Banyaknya menu makanan. Perubahan ini bagi saya merupakan suatu inovasi yang luar biasa. Entah siapa yang berperan di sini, Pemprov, Pemda, atau Ide mandiri dari para pengusaha kuliner, yang Jelas dengan ini tata kota Simpang Lima menjadi semakin rapi, Penikmat Kuliner menjadi mudah, dan Pengusaha bisa bersaing dengan sehat.

Ahad Pagi, ada Pasar Murah di sepanjang Jalan depan Masjid Agung. MasyaAllah, Kegiatan ini membuat macet lalu lintas. Banyak jajanan khas yang dijual disana, hal ini membuat teman-teman saya keranjingan untuk membeli banyak makanan yang belum pernah dimakannya. Terutama Teman-teman asal sunda yang kaget ‘mencicipi’ jajanan jawa.

Kunjungan berikutnya adalah mengelilingi Universitas Diponegoro. Kampus yang dulu pernah saya tempati untuk menempuh pendidikan. Berbagai bangunan baru telah dibangun, Padahal terakhir ke kampus ini tidak sebanyak ini bangunannya. Ingin sekali bertemu dengan teman-teman seangkatan disana, namun beritanya sudah banyak yang telah menyelesaikan studinya, selain itu kondisi kampus juga sedang sepi karena dalam waktu libur sehingga saya urung untuk melakukannya.

Sore tiba, Kunjungan terakhir adalah ke Pusat oleh–oleh di Pandanaran dan Berkunjungan ke Lawang Sewu sebelum akhirnya kembali lagi ke Jakarta.

“Berlibur Bermanfaat, untuk kehidupan yang lebih bervariasi, dan pengumpul semangat rutinitas esok hari.”

Semarang, Kini yang akan menjadi Lalu di esok Nanti.

Semarang, Kini dan Lalu..

18 Februari 2013

tanda tangan

2 Comments

  1. edwinhayadi February 21, 2013 10:57 am Reply

    wah,. sayang saya belum ngubrek2 semarang
    pas itu cuma sempet ke undip aja.. hiks2

    http://pesonawafa.wordpress.com

    • Agil Saputra February 21, 2013 12:28 pm Reply

      Ayo Mas ke sana lagi, masih banyak objek wisata lain yang belum sempat dikunjungi.. 😀

Leave a Reply

Saya Yakin Anda Juga Tertarik Membaca:close